Presiden Bayern Hainer

Posted on

Dalam sebuah wawancara di <a href="https://club-wirtschaftspresse-muenchen.de/2026/02/27/hat-501-in-der-Bundesliga-eine-zukunft/” target=”_blank” rel=”noopener”>Club Wirtschaftspresse München, presiden Bayern Munich, Herbert Hainer, memberikan pandangannya mengenai aturan 50+1 dan kelanjutannya.

Mengenai apakah aturan yang membatasi investor untuk memiliki lebih dari 49% saham suara ini harus dipertahankan, Hainer menyatakan:

“Saya sangat yakin bahwa aturan ’50+1′ harus dihapuskan dan setiap klub harus dapat memutuskan sendiri.”

Ia kemudian menambahkan, terkait kebutuhan untuk meningkatkan pemasaran liga:

“Tim terbawah di Inggris mendapatkan lebih banyak uang daripada tim teratas di liga kami. Klub-klub kami perlu memperluas jangkauan mereka ke Amerika, Afrika, dan Asia agar segalanya membaik.”

Saat ini, ada dua klub di Jerman yang dikecualikan dari aturan 50+1, yaitu Wolfsburg dan Bayer Leverkusen. Sementara itu, Hoffenheim sebelumnya juga pernah dikecualikan, dan RB Leipzig secara aktif ‘membengkokkan’ aturan untuk tetap mematuhinya. Status aturan 50+1 telah dipertanyakan dalam beberapa bulan terakhir menyusul tinjauan oleh Bundeskartellamt Federal, yang mengindikasikan bahwa pengecualian semacam itu mungkin tidak lagi dimungkinkan.

Bayern dan Aturan 50+1:

Bayern Munich jelas merupakan klub yang dikelola dengan baik di bawah kerangka aturan 50+1. Namun, jika aturan ini dihapuskan, mereka akan menjadi salah satu klub yang paling diuntungkan. Pemimpin industri seperti Audi, Adidas, dan Allianz semuanya adalah pemegang saham minoritas di klub. Penghapusan aturan tersebut akan memungkinkan klub untuk mendapatkan lebih banyak dana dan memperlebar jurang pemisah dengan klub Bundesliga lainnya.

Cukup jelas dari mana asal komentar Hainer tersebut.

Balbalan.web.id | Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *