3 Pelajaran Penting dari

3 Pelajaran Penting dari

Posted on

Setelah minggu yang bervariasi bagi tim-tim Bundesliga di kompetisi Eropa (Dortmund 👀), Bundesliga memulai pekan ke-24 dengan kemenangan 2-0 Augsburg atas 1.FC Köln. Sore hari Sabtu juga menjadi hari penting bagi tim-tim di papan bawah klasemen, dengan sejumlah pertandingan menarik seperti Bayer Leverkusen menjamu Mainz, Borussia Mönchengladbach melawan Union Berlin, Werder Bremen berhadapan dengan Heidenheim, dan St.Pauli bertandang ke markas Hoffenheim.

Berikut adalah tiga poin penting yang dapat kita petik dari pertandingan-pertandingan tersebut:

Daniel Thioune Meraih Kemenangan Perdana sebagai Pelatih Kepala Werder Bremen:

Awal karier Thioune di Weserstadion memang tidak mudah. Pertandingan pertamanya sebagai pelatih adalah melawan Freiburg, dilanjutkan dengan menghadapi Bayern Munich, dan akhir pekan lalu mereka harus menelan kekalahan tipis dari sesama tim papan bawah Bundesliga, St.Pauli. Bahkan pada pertandingan hari ini pun, beberapa kali Bremen tampak kesulitan meraih kemenangan. Pemain seperti Romano Schmid dan Jovan Milosevic melewatkan peluang emas di depan gawang, seolah keberuntungan tidak berpihak pada mereka.

Namun, di babak kedua, Milosevic berhasil membuka keunggulan sebelum gol bunuh diri di menit-menit akhir memastikan kemenangan bagi Bremen. Heidenheim sendiri tidak banyak memberikan ancaman berarti bagi tuan rumah. Mengingat hasil pertandingan tim-tim di sekitar mereka, tiga poin ini sangat krusial bagi Bremen untuk tetap bersaing.

Lalu, siapa yang paling dirugikan dari semua ini? Wolfsburg kini terperosok ke posisi ke-17. Dengan pertandingan sulit tandang ke markas Stuttgart pada hari Minggu, peluang mereka terlihat semakin tipis.

Borussia Mönchengladbach Mengakhiri Tujuh Laga Tanpa Kemenangan:

Sebelum pertandingan melawan Union Berlin, Gladbach tidak pernah menang dalam tujuh pertandingan Bundesliga. Kemenangan terakhir mereka adalah saat menjamu Augsburg pada Januari lalu. Dalam pertandingan di mana Die Fohlen mendominasi Union dengan nyaman, mereka kesulitan mencetak gol. Dengan hasil tim-tim di sekitar mereka, Gladbach tampak semakin mendekat ke zona degradasi.

Namun, Kevin Diks tampil sebagai penyelamat. Bek asal Indonesia ini sempat melihat golnya dianulir karena offside di awal pertandingan. Namun, setelah keputusan VAR, Gladbach dihadiahi penalti di menit-menit akhir. Pemain berusia 29 tahun itu dengan tenang mengeksekusi penalti melewati Frederick Rønnow untuk mengamankan tiga poin bagi Gladbach. Gol tersebut juga menjadikannya pencetak gol terbanyak kedua Gladbach musim ini (empat gol), yang ironisnya, menunjukkan masalah produktivitas tim secara keseluruhan.

Tim asuhan Eugen Polanski ini berhasil naik ke posisi ke-12 di Bundesliga, unggul tiga poin dari zona degradasi.

Mathias Pereira Lage Akhirnya Mencetak Gol:

Mathias Pereira Lage bergabung dengan St.Pauli pada musim panas lalu dari Brest dengan status bebas transfer. Setelah 22 pertandingan, pemain berusia 29 tahun ini akhirnya berhasil mencetak gol.

Dalam sebuah artikel Athletic di awal tahun, Lage disebut sebagai salah satu penyerang paling boros di lima liga top Eropa, dengan 24 tembakan tanpa satu pun gol. Kini, melalui tembakan ke-33-nya di Bundesliga, sang striker berhasil mencetak gol di masa tambahan waktu babak kedua, yang menjadi satu-satunya gol dalam pertandingan saat St.Pauli mengalahkan Hoffenheim 1-0. Kemenangan ini membawa tim asuhan Alexander Blessin naik ke posisi ke-15, tepat di atas zona playoff degradasi.

Jika gol ini bisa menjadi pemicu performa bagus bagi Lage, hal tersebut akan sangat membantu upaya St.Pauli untuk bertahan di Bundesliga.

Balbalan.web.id | Admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *